Kamis, 29 Desember 2022

Analisa Usaha Ternak Ayam Potong 100 Ekor Dan 1000 Ekor

 Analisa usaha ternak ayam potong 100 ekor dan 1000 ekor - Tahukah anda sobat, bahwa masyarakat Indonesia pada umumnya adalah tipe orang yang suka mengkomsumsi daging ayam potong. Sebab, masyarakat Indonesia sadar bahwa dengan mengkomsumsi daging ayam akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah dapat menurunkan berat badan. selain itu, manfaat lain dari daging ayam termasuk menyehatkan tulang, meningkatkan jumlah protein, membuat pikiran aktif dan tenang, mempercepat pertumbuhan anak dan masih banyak lagi. 


Saya tidak akan berbicara banyak tentang manfaat dari daging ayam. Akan tetapi, saya akan fokus membahas lebih rinci tentang analisa usaha ternak ayam potong 100 ekor dan 1000 ekor. Berapa modal dan keuntungan yang akan diperoleh? Simak artikel bermanfaat ini hingga selesai ya sobat !!!

Mengenal Apa Itu Ayam Potong


Ayam potongayam broiler atau ayam ras pedaging sebenarnya adalah jenis ayam yang sama, hanya saja dalam penamaannya yang berbeda. Jika kita melihat dari sejarahnya, dinamai dengan Ayam potong karena jenis ayam ini seringkali dipotong atau disembelih untuk diperjual belikan untuk dikomsumsi oleh masyarakat. Penamaan Ayam potong juga berlaku wilayah sul-sel, tempat tinggal saya.

Prospek  Usaha Ternak Ayam Potong


Hingga saat ini, Anda akan banyak menemukan pelaku usaha ternak ayam potong terutama di pedesaan sebab, ternak ayam potong salah satu jenis bisnis peternakan yang memiliki prospek yang cerah dan sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan permintaan pasar akan daging ayam potong tidak pernah sepi.

Cara Berternak Ayam Potong


Jika ingin menjalankan usaha ternak ayam potong, Anda perlu mengetahui teknik / cara berternak yang tepat. Diantaranya sebagai berikut:
  • Memilih bibit ayam potong yang tepat: Memilih bibit yang baik dari penyedia bibit yang berbadan hukum seperti koperasi atau CV. 
  • Menjaga kondisi kandang ayam potong: Menjaga sirkulasi udara dalam kandang berdasarkan umur ayam. 
  • Tata cara pemeliharaan ayam potong: Memiliki pengetahuan dalam menjalankan usaha. Dimulai dari pemilihan bibit, pembuatan kandang hingga pemasaran ayam.

Analisa Usaha Ternak Ayam Potong 100 Ekor dan 1000 Ekor


Modal dan keuntungan yang diperoleh dalam usaha ternak ayam potong 100 ekor tentu akan berbeda dengan usaha ternak ayam potong 1000 ekor. Oleh sebab itu, sangat penting untuk melakukan analisa usaha terlebih dahulu terutama bagi Anda yang punya keinginan untuk menjalankan usaha ini. 

Analisa Modal Usaha Ternak Ayam Potong 100 Ekor


Modal Tetap

Kandang ayam 2x2 m Rp.400.000,-
Tempat makan ayam Rp.8.000 x 8 buah = Rp.64.000,-
Tempat minum ayam Rp. 11.000 x 8 buah = Rp.88.000,-
Lampu penerangan Rp. 6.000 x 2 buah = Rp.12.000,-
Total modal tetap = Rp.564.000,-

Biaya Operasional 

Pembelian bibit ayam potong 100 ekor x 7.000 = Rp.700.000,-
Pembelian konsentrat  2 karung isi 50kg = Rp. 900.000,-
Pembelian obat-obatan Rp.120.000,- 
Biaya listrik =  Rp.100.000,-
Total biaya operasional = Rp.1.820.000,-

Biaya Penyusutan 

Penyusutan peralatan serta kandang untuk pemakaian selama 1 tahun Rp.250.000,-

Rumus menghitung modal usaha ternak ayam potong 

Total modal tetap Rp.564.000,-
Total biaya operasional Rp.1.820.000,-
Total biaya penyusutan Rp.250.000,-
Total modal usaha Rp.2.634.000,-

Estimasi Keuntungan Usaha Ternak Ayam Potong 100 Ekor


Estimasi harga daging ayam per 1 kg = Rp.25.000,-
Ayam potong 100 ekor dengan berat 2kg per ekor

Hasil penjualan, 200kg x 25.000,- Rp.5.000.000,-

Rumus menghitung keuntungan bersih 

Hasil penjualan - Modal usaha = Keuntungan bersih

Rp.5.000.000 - Rp.2.634.000,- = Rp.2.366.000,- 

Analisa Modal Usaha Ternak Ayam Potong 1000 Ekor


Modal Tetap

Kandang ayam 15 x 15 m Rp.600.000,- x 5 buah Rp.3.000.000,-
Tempat makan ayam Rp.8.000 x 10 buah = Rp.80.000,-
Tempat minum ayam Rp. 11.000 x 10 buah = Rp.110.000,-
Lampu penerangan Rp. 6.000 x 15 buah = Rp.90.000,-
Total modal tetap = Rp.3.280.000,-

Biaya Operasional 

Pembelian bibit ayam potong 1000 ekor x 7.000 = Rp.7.000.000,-
Pembelian konsentrat  10 karung isi 50kg = Rp. 4.000.000,-
Pembelian obat-obatan Rp.120.000,- 
Biaya listrik =  Rp.150.000,-
Upah karyawan 5 x 800.000 = Rp.4.000.000,-
Total biaya operasional = Rp.15.270.000,-

Biaya Penyusutan 

Penyusutan peralatan serta kandang untuk pemakaian selama 1 tahun Rp.250.000,-
Rumus menghitung modal usaha ternak ayam potong 

Total modal tetap Rp.3.280.000,-
Total biaya operasional Rp.15.270.000,-
Total biaya penyusutan Rp.250.000,-
Total modal usaha Rp.18.800.000,-

Estimasi Keuntungan Usaha Ternak Ayam Potong 1000 Ekor


Estimasi harga daging ayam per 1 kg = Rp.25.000,-
Ayam potong 1000 ekor dengan berat 2kg per ekor

Hasil penjualan, 2000kg x 25.000,- Rp.50.000.000,-

Rumus menghitung keuntungan bersih 

Hasil penjualan - Modal usaha = Keuntungan bersih

Rp.50.000.000 - Rp.18.800.000,- = Rp.31.200.000,-

Sistem Pemasaran Ayam Potong


Salah satu yang dapat menjamin keberhasilan usaha ternak ayam potong adalah mengetahui sistem pemasaran yang tepat. Jika tidak, tidak ada jaminan usaha ini akan berjalan sesuai harapan. Beberapa poin yang perlu Anda ingat adalah sebagai berikut:
  1. Menghemat biaya operasional
  2. Menjaga hubungan baik dengan konsumen 
  3. Menjual daging ayam sistem ecer
  4. Melakukan kerja sama dengan dinas kesehatan terkait
  5. Memasang harga yang lebih bersahabat
  6. Menjaga silaturahmi yang baik dengan pengusaha ayam lainnya

Ingin Memulai Usaha Ternak Ayam Potong?


Setelah menyimak analisa usaha ternak ayam potong yang ada diatas, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa apabila ingin menjalankan usaha ternak ayam potong, maka modal yang butuhkan untuk 100 ekor sebesar Rp.1.820.000,- dan Rp.18.800.000,- untuk 1000 ekor. Sedangkan keuntungan yang diperoleh dari usaha ternak ayam 100 ekor sebesar Rp.2.366.000,- dan Rp.31.200.000,-  untuk 1000 ekor. Selain itu, Anda harus memiliki sistem pemasaran yang tepat dan tertarget agar usaha dapat berjalan sesuai yang diharapkan. 

Analisa Usaha Ayam Potong 1000 Ekor

 Contoh Analisis Perhitungan Usaha Ayam Potong 1000 Ekor

Melihat kebutuhan akan daging ayam yang terus meningkat setiap tahun, kamu yang sedang mencari inspirasi untuk memulai usaha ternak hewan bisa memperimbangkan untuk memulai usaha ternak ayam pedaging / ayam potong.



Dasar Analisa Usaha Ternak Ayam Potong

kenapa memilih usaha ternak ayam potong? karena permintaan daging ayam di pasar tidak pernah sepi, dalam momen tertentu omset usaha ayam potong ini bisa naik seperti momen hari raya dan juga dibandingkan daging sapi atau daging kambing masyarakat banyak yang lebih memilih membeli daging ayam karena harganya yang lebih murah dan pengolahannya lebih mudah.

Untuk jenis ayam yang digunakan untuk usaha ternak ayam ini adalah jenis ras ayam pedaging atau dikenal juga dengan nama ayam broiler, yang merupakan ras ayam hasil persilangan yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam.

Kelebihan lain dari ras ayam pedaging atau ayam broiler ini adalah pertumbuhannya yang cepat, siap potong pada usia muda kurang lebih sekitar 35 hari kamu sudah bisa panen atau melakukan produksi ayam potong, lantas apa saja yang harus disiapkan untuk memulai usaha ternak ayam pedaging ini, simak ulasan berikut ini.

Dasar – Dasar Kegiatan Usaha Ayam Potong

Hal yang perlu diperhatikan dalam memulai usaha tenak ayam pedaging

a. Memilih bibit ayam yang tepat

Pilihlah bibit ayam potong dari penyedia bibit ayam yang berbadan hukum seperti cv atau koperasi, lihat ciri fisik dari ayam seperti warna bulu, paruh dan kaki ayam cerah, tidak memiliki cacat bawaan, serta perilakunya lincah dan gesit.

b. Membuat dan pengaturan kandang ayam


Buatlah kandang ayam di lokasi yang jauh dari pemukiman warga, kandang harus memiliki ventilasi yang baik, usahakan agar sinar matahari dan udara bisa masuk ke dalam kandang dengan membuat celah di kandang yang dibuat, pisahkan ayam baru dan ayam yang sudah siap potong.

Untuk alas kandang usahakan tidak lembab karena ayam tidak suka tempat lembab, dengan cara menggunakan dedaunan kering yang menyerap air atau bisa juga menggunakan alas seng, dan usahakan juga untuk tempat makan dan minum gunakan kotak khusus yang tidak mudah bocor.

c. Buatlah aturan kerja dalam pemeliharaan ayam.

Untuk bisa menghasilkan ayam pedaging atau ayam broiler yang berkualitas ada baiknya kamu membuat sebuah aturan dari pemberian makan, minum pada ayam agar semua ayam atau hewan ternak kamu bisa mendapat porsi yang pas dan juga  pengaturan dalam pemberian vaksin pada ayam untuk perawatan kesehatannya.

d. Kemampuan membaca harga pasar


Salah satu hal yang perlu diperhatikan yakni membaca harga pasar ini cukup penting karena dapat menjadi bahan pertimbangan kamu dalam menentukan waktu kapan mulai membeli bibit untuk menghindari kamu panen disaat harga pasar ayam sedang menurun.

e. Pelajari jalur distribusi

Hal kelima yang perlu kamu perhatikan dalam memulai usaha ternak ayam pedaging ini adalah jalur pendistribusian hasil panen kamu, karena untuk pelaku usaha yang baru memulai akan mengalami sedikit kesulitan dalam hal distribusi hasil panen ini, jangan sampai kamu sudah bisa panen tapi belum tau hasil panen akan disalurkan kemana.

Analisis Usaha Ternak Ayam 1000 Ekor

Untuk mendapatkan hasil yang lumayan dari usaha ternak ayam pedaging ini sebaiknya kamu memulai dengan 100 atau 1000 ekor bibit, berikut ini adalah analisis usaha ternak ayam 1000 ekor.

Contoh rincian modal dan biaya usaha ayam potong untuk 1000 ekor

1. Modal Tetap

  • Pembuatan Kandang : Rp. 15.000.000
  • Tempat makan (72 buah) : Rp. 2.160.000
  • Tempat minum (48 buah) : Rp. 3.120.000
  • Lampu bohlam (18 buah) : Rp. 450.000
  • Tabung gas (4 buah) : Rp. 1.200.000
  • Pipa paralon (20 batang) : Rp. 1.200.000
  • Sekop : Rp. 50.000
  • Gasolek (pemanas 4 buah) : Rp. 2.400.000
  • Kabel (100 m) : Rp.200.000

Total : Rp. 24.580.000

2. Biaya Operasional

  • Pembelian bibit ayam : Rp. 9.000.000
  • Pakan ternak : Rp. 4.000.000
  • Vaksin, sumplemen, obat : Rp. 500.000
  • Biaya listrik : Rp. 300.000
  • Isi tabung gas : Rp. 300.000
  • Pegawai (2 orang) : Rp. 2.000.000

Total : Rp. 16.000.000

Rumus menghitung modal usaha ternak ayam potong

Total modal tetap : Rp. 24.580.000
Total biaya operasional : Rp. 16.000.000

Total Modal : Rp. 40.580.000

Asumsi keuntungan usaha ternak ayam potong 1000 ekor
Ayam potong dengan berat 2kg dan harga jual per kilo Rp.25.000


Total berat panen 2kg x 1.000 ekor = 2.000 kg
2.000 x Rp.25.000 = Rp. 50.000.000

Rumus menghitung keuntungan bersih 

Hasil Penjualan - Modal Usaha = Keuntungan Bersih
Rp.50.000.000 - Rp. 40.580.000 = Rp. 9.420.000

Sehingga dapat diasumsikan setelah lima kali panen kamu sudah bisa balik modal, apakah kamu tertarik untuk memulai usaha ternak ayam potong? Sekali lagi semua perhitungan analisa usaha ayam potong tersebut berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan dari peternak ayam yang sudah menjalankan bisnis tersebut bertahun - tahun.   Semoga informasi ini bermanfaat.

Analisa usaha ayam broiler 500 ekor

 Bisnis ternak ayam potong merupakan salah satu bisnis ternak yang cukup memiliki prospek kedepan yang cerah. Hampir setiap harinya permintaan pasar akan daging ayam sangatlah tinggi dan selalu stabil, maka dari itu bisnis ternak ayam potong bisa dibilang cukup menjanjikan. Keuntungan yang akan Anda dapatkan juga cukup cerah karena selain permintaan pasar yang cukup tinggi, tetapi juga rata-rata harga ayam potong per kilonya sebesar Rp 30.000-Rp 40.000,-.

Baca Juga : Contoh Peluang Usaha di Desa Yang Bisa Diikuti

Untuk Anda yang ingin menjalankan bisnis ternak ayam potong skala menengah tentunya membutuhkan modal yang tidak sedikit jumlahnya. Salah satu modal utama adalah penyediaan tempat dan pangan, serta perawatan ayam-ayam ternak tersebut. Pemilihan lokasi ternak ayam potong juga harus jauh dari keramaian untuk menghindari ayam-ayam ternak menjadi stres. Hal ini juga untuk menghindari bau yang dihasilkan dari kandang ayam ke perumahan warga.

Tips Ternak Ayam Potong

Jika Anda ingin memulai bisnis ternak ayam potong, ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan selain modal uang. Berikut adalah tips ternak ayam potong untuk Anda.

  1. Pilih lokasi kandang yang jauh dari pemukiman agar tidak diprotes warga karena bau kotoran yang menyengat dan juga menyebabkan ayam-ayam menjadi stres, radius 750m.
  2. Siapkan kandang yang ideal dan sesuai dengan kecukupan cahaya matahari serta sirkulasi udara bagi ternak anda. Pastikan suhu udara cukup stabil dan tidak berubah secara drastis pada kondisi tertentu, contohnya ketika malam datang suhu menjadi terlalu rendah. Beberapa hal lainnya yang harus diperhatikan, seperti: ketersediaan sumber daya air dan juga listrik.
  3. Berikan pakan secara teratur dan selalu jaga kebersihan kandang serta lingkungan sekitarnya dengan baik, agar sirkulasi udara tetap sehat untuk ternak anda.
  4. Jangan lupa melakukan vaksinasi sebanyak 3 kali secara berkala, yaitu: tepat pada hari ke-7, hari ke-14, dan hari ke-21.
  5. Jangan lupa juga untuk memberikan antibiotik dan vitamin tepat pada waktunya sebanyak 3 kali secara berkala, yakni: tepat pada hari ke-7, hari ke-14, dan hari ke-21.
  6. Mengambil ayam dari kandangnya untuk dipanen membutuhkan trik tertentu. Lakukan panen ayam ini dengan sistematis dan bertahap, karena penangkapan ayam secara serentak malah akan membuat ayam menjadi lemas dan stres.
  7. Mendekati musim harga naik, Anda bisa menyiasatinya dengan menambah produksi 1 periode sebelumnya. Misalnya saat mau hari raya idul fitri, natal,tahun baru atau hari-hari besar lainnya.
  8. Jalin kerja sama dengan perusahaan besar karena lebih aman dalam hal suplai bibit dan harga jual karena sudah ditetapkan sebelumnya.

Setelah Anda memahami bagaimana untuk mengurus ternak ayam potong dan ingin menjalankannya. Anda juga harus memahami resiko-resiko yang akan terjadi apabila Anda ingin menjalankan bisnis ternak ayam potong, sehingga Anda bisa meminimalisir permasalahan tersebut. Berikut adalah beberapa resiko yang mungkin akan Anda hadapi ketika menjalankan bisnis ternak ayam potong:

Baca Juga : Jenis Pekerjaan Untuk Mahasiswa yang Gampang Dilakukan

  • Banyak pesaingnya. Baik itu skala kecil rumahan, skala sedang dengan ribuan ekor, dan besar dengan puluhan sampai ratusan ribu ekor.
  • Area kandang ayam terkenal dengan baunya yang menyengat.
  • Mudah terkena penyakit jika kebersihan dan kesehatannya tidak terjaga.
  • Harganya naik turun.

Ternak ayam potong atau broiler tidak semudah memelihara ayam kampung, karena jenis ayam potong mudah mengalami stres dan mati mendadak. Oleh karena itu, Anda harus memeliharanya dengan penuh perhatian dan perawatan yang maksimal. Selama 2 minggu pertama, Anda harus memperhatikan bibit ayam dengan seksama, Anda harus memastikan apakah ayam-ayam tersebut merasa nyaman di dalam kandang atau tidak. Masa ini merupakan masa adaptasi dengan lingkungan yang baru bagi ayam tersebut. Jika terlihat tidak nyaman, Anda harus mencari solusi dengan cara memindahkan ke kandang yang lain.

Baca Juga : Manfaat Gaya Hidup Minimalis Untuk Finansial Masa Depan

Selain itu, Anda juga harus memahami harga pasar ketika anda memulai bisnis ternak ayam potong. Pemahaman harga pasar bertujuan untuk menentukan harga jual daging ternak ayam potong nantinya, sehingga Anda dapat bersaing di pasaran. Jangan sampai Anda mematok harga yang terlalu tinggi dan membuat calon pembeli kabur hanya untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Namun, jangan juga menjual ayam terlalu rendah karena Anda bisa rugi dan bisa juga dijauhi oleh pesaing bisnis yang lainnya.

Analisis modal untuk ternak ayam potong

Menjalankan bisnis ternak ayam potong pastinya perlu modal yang tidak sedikit seperti yang sudah dikatakan sebelumnya. Berikut adalah analisis bisnis untuk ternak ayam potong skala kecil-menengah. Dalam hal ini, kita akan asumsikan bibit yang akan digunakan sebanyak 500 bibit dengan sewa pemakaian lahan seluas 100 m2.

Investasi awal untuk ternak ayam potong

Berikut adalah rincian modal awal yang dibutuhkan:

  • Sewa lahan 100 m2 : Rp 10.000.000
  • Kandang ternak : Rp 5.300.000
  • Peralatan makan dan minum : Rp 800.000
  • Peralatan lainnya : Rp 800.000

Sehingga total modal awal yang harus anda persiapkan untuk ternak ayam potong adalah Rp 16.900.000,-. Biaya tersebut belum termasuk biaya operasional dan bibit.

Biaya Operasional

  • 500 Bibit Ayam : Rp 250.000,-.
  • 12 Karung Pakan : Rp 2.000.000,-.
  • Obat dan Vaksin : Rp 300.000,-.
  • Listrik : Rp 225.000,-.
  • Penyusutan : Rp 600.000,-.
  • 2 Karyawan : Rp 4.000.000,-.

Sehingga total biaya operasional yang harus Anda persiapkan untuk ternak ayam potong adalah Rp 7.375.000,-. Jika dijumlahkan total keseluruhan maka Rp 16.900.000 + Rp 7.375.000 = Rp 24.275.000,-.

Pendapatan

Yang perlu Anda cari tahu adalah berapa bobot dan usia layak panen ayam. Ternak ayam potong dapat dipanen ketika beratnya sudah mencapai 1,5 kg. Bobot tersebut rata-rata tercapai ketika usianya sudah berumur 30-35 hari.

Dengan data tersebut, maka estimasi pendapatan yang akan Anda dapatkan adalah :

  • 500 ekor Ayam x 1,5kg x Rp 20.000 = Rp 15.000.000,-.

Laba yang akan diperoleh adalah :

  • Rp 15.000.000 – Rp 7.375.000 = Rp 7.625.000,-.

Jika dirata-rata selama setahun, maka omset yang akan Anda dapatkan sekitar Rp 150 juta – Rp 180 juta. Laba yang diperoleh selama setahun senilai Rp 70 juta – Rp 90 juta.

Baca Juga : Begini Cara Investasi Reksadana Yang 'Cuan'

Jika usaha ternak ayam potong Anda sudah berjalan dan ingin dikembangkan menjadi lebih besar, Anda dapat mengajukan Pembiayaan Modal Kerja untuk tambahan modal. CIMB Niaga memiliki produk Pembiayaan Modal Kerja dimana Anda akan mendapatkan pembiayaan selama 12 bulan dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa klik di sini!